Tips tentang AI

Oleh: Ricky Suwarno

Mungkin kalian pernah menemani anak-anak menonton film seperti Terminators, star wars, matrix maupun transformers. Ataupun film-film sejenisnya. Yang menonjolkan kehebatan robot yang memiliki kecerdasan seperti manusia.

Kehadiran AI di anggap sangat berguna. Karena AI dapat meningkatkan bisnis dan kualitas hidup manusia. Untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas dan lebih bersaing. Seperti di bidang kesehatan, keuangan, hukum, gaming, pendidikan, serta pabrik manufaktur dan banyak lagi. Tetapi yang paling penting, yang ingin Ricky sampaikan, adalah bagaimana orangtua di tanah air bisa mempersiapkan masa depan anaknya. Atau masa depan orangtua sendiri. Sebelum AI benar-benar datang dalam kehidupan nyata. Dan tidak membuat kita pasif tak berkutik.

Sebagai orangtua, mungkin bisa Tolong simpan dalam otak. Dan ingat selalu. Anak-anak di tanah air, sebagai masa depan bangsa, keberhasilan mereka suatu hari di jaman kecerdasan buatan, bukan bergantung pada hasil ujian nasional atau nilai di rapor.

Berikut adalah beberapa tips yang mungkin bisa membantu. Dan menjadi panduan buat orangtua dalam mengarahkan anaknya. Tentang pendidikan maupun karir. Dalam beberapa tahun mendatang. Pertama, jangan mengandalkan anak sebagai harapan anda. Mungkin banyak orangtua merasa heran dan bertanya, mengapa? Terus terang, sampai sekarang banyak pakar AI mengakui, hampir 80%- 90% pekerjaan era kecerdasan buatan masih belum ditemukan.

Oleh karena itu, jangan mengharapkan anaknya untuk menjadi dokter, pengacara, insinyur, ilmuwan ataupun penulis seperti Ricky. Atau terutama pegawai negeri. Yang menurut banyak orangtua adalah pekerjaan gantungan seumur hidup. Karena perubahan 10 tahun mendatang, akan jauh melampaui 50 tahun di masa dulu. Jadi, Jangan menggunakan pengalaman jaman dulu, mengarahkan anak. Sebab, besar kemungkinan akan salah.

Sebagai orangtua, yang mempunyai pengetahuan tentang AI, bila pada saat ini, mengetahui anaknya punya cita-cita membuka bengkel atau salesman lewat telpon, ataupun, saham broker dan sejenisnya. Haruslah di cegah secepatnya.

Tips kedua, pendidikan dengan cuma menghafal, tidaklah cukup. Umpamanya, bila robot atau AI bisa mengubah semua kertas ujian, ujian tes tidak akan sulit kan? Apalagi kalo ujian menghafal. Just trust me, kita manusia tidak akan bisa mengalahkan mereka.

Tips ketiga, belajarlah 3C: curiosity, critical thinking, dan creativity. Inti dari pendidikan sebenarnya, adalah apa yang kita ingat, atas semua yang pernah dipelajari sebelumnya. Lebih tepatnya, adalah kemampuan berpikir secara mandiri. Karena tidak ada guru lagi yang menemani, setelah anak-anak lulus sekolah. Jadi, belajar dan berpikir mandiri adalah kunci di masa AI.

Tips buat anak-anak.

Pertama, ikuti jalan pikiran dan intuisi sendiri. Jangan dibatasi oleh dogma-dogma yang ada. Di era AI, semua orang perlu lebih mengenali diri sendiri. Supaya bisa bersaing dan mempunyai nilai bagi orang lain.

Tips kedua, tingkatkan daya EQ (Emotional Quotient atau kemampuan berinteraksi dengan orang lain). Seperti dalam teamwork, ketrampilan berkomunikasi, maupun kolaborasi. Karena kesuksesan dalam karir adalah, apakah seseorang bisa mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Karena di masa kecerdasan buatan, orang dengan EQ yang tinggi, lebih-lebih pekerjaan dengan intensitas social yang tinggi, tidak mudah hilang. Artinya, orang dengan EQ rendah dengan intensitas social yang rendah mudah kehilangan pekerjaan.

Tips ketiga, belajarlah AI sedini mungkin. Misalnya, belajar programming, ataupun, cara memakai peralatan AI. Bukan berarti harus menjadi pakar, tetapi paling tidak bisa mengerti cara memakai.

Tips keempat, banyaklah membaca buku-buku bernutrisi. Membaca adalah cara belajar yang lebih systematic. Dan usahakan membaca paling tidak 20 buku keatas. Setiap tahun. Ataupun, membaca artikel di website. Terutama artikel dalam bahasa inggris dan mandarin. Bisa meningkatkan wawasan secara luas. Karena thesis AI terbanyak di dunia berasal dari US-China.

Tips kelima, harus bisa membedakan hal yang penting dan darurat. Karena manusia pada dasarnya, mudah menjadi budak darurat. Dan selalu menghabiskan waktu dalam hal-hal darurat. Dan lemah dalam manajemen waktu.

Tips keenam, berhubungan dengan lingkungan hidup di Indonesia. Kita harus lebih rajin. Dan bekerja keras. Karena kehidupan Indonesia yang rada slow. Just fyi, sejak beberapa tahun yang lalu, anak-anak pendidikan dasar dari US-China telah melihat tren ini. Dan mulai beradopsi. Makanya, barang siapa yang bisa mengambil action yang cepat, dialah yang survive. Dan menang. Kemenangan perlu direncakan sejak awal.

So, just like grandma says, bukan semua orang harus bekerja dengan AI atau tentang AI. Yang paling penting adalah, apa impian dan cita-cita sendiri.

Grandma says, bisa belajar 30 video TED talks yang berkaitan tentang AI. Atau, paling tidak bisa menulis sedikit programming tentang AI. Lewat open source di Google. Sedangkan, Anjuran untuk pendidikan kuliah atau, S2. Bisa memilih untuk belajar di Amerika. Ataupun Tiongkok.

Hal yang tidak kalah pentingnya, kalau ingin berperanan penting dalam revolusi AI, peluang terbesar berada di Cina.

Again, tentu saja bukan semua orang harus melakukan AI. Masih banyak pekerjaaan yang cerah dan indah. Karena manusia selalu punya peluang untuk mencari hidup. Yang paling penting adalah, anda tahu apa yang anda inginkan.

Ricky yakin dikemudian hari, fokus hidup bukan hanya apakah anda telah menghasilkan uang 30% lebih banyak daripada oranglain. Melainkan, menemukan sesuatu yang bermakna. Melakukannya dengan baik. Full devotion. Menemukan nilai hidup manusia yang sebenarnya.

Advertisements
Categories: Tips tentang AITags: , , , , , , , , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: