Ubiquity6 Teknologi AR ada dimana-mana

Ubiquity6 Teknologi AR ada dimana-mana diinvestasi oleh Google beberapa saat yang lalu. Untuk mempertahankan teknologi tercanggih, Perusahaan besar seperti Google perlu memprediksi tren pengembangan industri masa depan, bekerja sama untuk menjaga keunggulan teknologinya. Singkatnya, perlu mengembangkan dan mengatasi cadangan teknis sendiri.

Perusahaan besar memiliki tiga cara untuk mempertahankan keunggulan teknologi, Strategi pelacakan Teknologi Mutakhir, pengembangan kolaboratif awal, Strategi merger dan akuisisi (M&A).

Sebagai contoh, Apple mengakuisisi Lumentum untuk pengembangan pemodelan 3D. Microsoft mengakuisisi situs GitHub (Platform pengembangan perangkat lunak), memungkinkan Microsoft melihat wawasan tentang teknologi Masa Depan. Ataupun, tata letak perusahaan investasi Google seperti Google Ventures, Capital G, dan Gradient Ventures.

Ubiquity6 Teknologi AR ada dimana-mana 

Gradient Ventures , salah satu lembaga Google yang berfokus pada investasi startup kecerdasan buatan di tahap awal. Misalnya, TypingDNA, perusahaan yang dapat mengidentifikasi biometrik melalui kebiasaan mengetik seseorang. Atau, Ubiquity6 Teknologi AR ada dimana-mana. 

Tidak seperti akuisisi Lumentum oleh Apple, Ubiquity6 berfokus pada berbagi konten AR sosial. Intinya adalah menghubungkan permintaan Alami manusia untuk berhubungan dengan orang lain (sosialisasi) dan, berpartisipasi dalam karya penciptaan Bersama.

Ubiquity6 didirikan pada tahun 2017, salah satu Proyek startup kelima dari Disney Accelerator. Gradient Ventures telah menginvestasikan $37 juta. “Ubiquity” yang mempunyai makna “Ada dimana-mana”, menyiratkan inti perusahaan Ubiquity6 teknologi AR ada dimana-mana di masa depan. Melalui ponsel, setiap orang dapat memindai AR dan 3D untuk membuat dan menikmati Dunia AR.

Ubiquity6 meluncurkan aplikasi bernama “Display.land” pada sistem iOS dan Android di tahun 2019. Cara operasi aplikasi ini sangat sederhana. Pindai objek nyata dengan ponsel Anda. Berjalan beberapa kali sambil mengelilingi lingkungan sekitar. Data objek ini akan dikonversi menjadi model digital 3D. Anda dapat memodifikasi, mengedit, dan mengunggahnya ke cloud. Semua pengguna di seluruh dunia dapat melihat hasil karya Anda.

Secara singkat, Langkah-langkah operasi aplikasi ini: Dari pemindaian 3D, pengeditan, berbagi, dan penjelajahan.

Telah ada 50 negara di dunia membangun komunitas berdasarkan aplikasi ini. Berbagi ribuan model digital dunia nyata. Seperti Jalanan-jalanan grafiti di Barcelona, kedai kopi di Shanghai, museum di London dsb. Para Pengguna di berbagai negara dapat melihat model digital di seluruh dunia. Termasuk berbagi gaya budaya masing-masing. Aplikasi ini juga menambahkan beberapa gameplay kreatif, seperti memodifikasi pola model digital 3D dan menambahkan elemen, yang sepenuhnya merangsang kreativitas artistik pengguna.

Pendiri dan CEO Anjney Midha, orang India lulusan Universitas Stanford. Dia pernah bekerja di lembaga investasi KPCB pada tahun 2015. Kemudian mendirikan KPCB Edge, startup perangkat lunak yang khusus ditargetkan pada tahap awal. Anjney Midha Mendirikan Ubiquity6 ini bersama teman sekelasnya, Ankit Kumar pada tahun 2017. Ankit Kumar adalah ilmuwan kepala startup visi komputer Pilot AI, yang pernah berpartisipasi dalam proyek pembelajaran mendalam Metamind dengan profesor Universitas Stanford dan kepala ilmuwan Salesforce, Richard Socher. Sekarang, ia menjabat CTO di Ubiquity6.

Dewan direksi Ubiquity6 mencakup beberapa orang hebat seperti Mitch Lasky mitra dari VC Benchmark. Mike Volpi, mitra Index Ventures. Mike Abbott, wakil presiden teknisi di Twitter. Bing Gordon, mitra pendiri Electronic Arts perusahaan Gaming Amerika yang sangat terkenal itu. 

Bila Anda tidak mengenal Dunia teknologi, cara terbaik untuk memahami paling cepat adalah mengamati siapa dewan direksi perusahaan tersebut. Apakah ada pengusaha, investor, ilmuwan, orang hebat dan sukses di dalam dewan Direksinya. Semakin banyak orang hebat yang bergabung, semakin bagus perusahaan ini.

Ubiquity6 Teknologi AR ada dimana-mana memiliki tiga fitur yang perlu diperhatikan.

Fitur utama, pembuatan model 3D yang sederhana dan cepat. 

Kombinasi antara pemindaian 3D, AR, dan Machine Learning dapat membuat model digital 3D yang realistis. Melalui Computer Vision juga dapat mengidentifikasi objek wisata terkenal yang Anda pindai termasuk koordinat geografisnya. Ini tentu saja perlu integrasi teknis yang kompleks seperti pemindaian 3D, penentuan posisi GPS, Deep Learning dsb. Ponsel akan menjadi promotor terbesar untuk bidang AR.

Ubiquity6 Teknologi AR ada dimana-mana
Ingin mencoba kehidupan virtual seperti dalam “Ready Player One” (Image: Techcrunch)

Fitur kedua, bersosialisasi: pengalaman AR yang berkelanjutan dan dapat berinteraksi dengan banyak orang. 

Selain berbagi karya dengan pengguna di seluruh dunia, Anda juga dapat menggunakan koordinat geografis untuk mengetahui pengguna yang ada di komunitas sekitarmu. Sehingga, pengguna masing-masing dapat saling mengenali dan bersosialisasi. Misalnya, Tahun lalu Ubiquity6 pernah mencoba proyek pengalaman interaktif di Museum Seni Modern San Francisco (SFMOMA).

Dunia virtual memungkinkan kita memiliki skalabilitas tanpa batas. Tetapi dunia nyata selalu menjadi titik awal dari semua ini. Dengan menjadikan Dunia nyata ke dalam Dunia Virtual, dihubungkan melalui atribut sosial, kita baru dapat menciptakan dunia virtual yang lebih luas seperti dalam Film “Ready Player One”.

Ciri ketiga, nilai kreativitas. 

Banyak pengguna aplikasi ini adalah pencipta seni atau orang yang tertarik pada seni. Mereka membutuhkan inspirasi. Perpaduan virtual dan kenyataan dapat menghasilkan banyak karya luar biasa. Bahkan orang Awam juga dapat berpartisipasi di dalamnya.

Di masa depan, nilai kreativitas dan seni akan semakin meningkat. Kombinasi VR, AR dengan kecerdasan buatan akan menciptakan Platform kreativitas di masa depan. Seperti Platform sosial dunia maya, “Second Life”. Tetapi kinerja Second Life kurang bagus. Sekarang, dengan kemampuan AR yang lebih kuat untuk memvirtualisasikan dunia nyata, mungkin Ubiquity6 akan menjadi “Second Life” berikutnya!

Sebenarnya, ada beberapa kekurangan Dalam aplikasi AR ini. Model yang diunggah membutuhkan waktu proses yang lama. Lebih dari 30 menit. Apalagi jika modelnya lebih rumit, mungkin butuh waktu lebih dari satu jam. Untungnya, seluruh proses mulai dari pemindaian dan pengeditan model hingga berbagi tidak dipungut biaya.

Dalam jangka pendek, Ubiquity6 mengenakan biaya To B. Jika pelanggan korporat membutuhkan model 3D berdefinisi tinggi, yang membutuhkan waktu lebih lama dan algoritma yang lebih kompleks, mereka akan mengenakan biaya lebih tinggi untuk biaya layanan. 

Dalam jangka panjang, produk ini juga akan menambah gameplay baru di masa depan. Seperti elemen game interaktif, secara otomatis membuka fitur baru begitu Anda memasuki ruang fisik tertentu, dan terus meningkatkan pengalaman interaktif di dunia AR.

Secara umum, implementasi teknologi Ubiquity6 bukan hanya dicapai oleh teknologi pengembangannya sendiri. Kuncinya terletak pada Daya proses Ponsel. Daya untuk menggali sifat alami manusia untuk terhubungkan lewat bersosialisasi dan berpartisipasi dalam Karya bersama. Sehingga, mewujudkan platform konten berbagi AR.

Just like grandma says, Pada hari-hari awal kelahiran Internet, manusia selalu berharap untuk membangun dunia yang lebih baik. Membangun dunia virtual berbasis AR, adalah cara paling realistis untuk mewujudkan mimpi ini. Tetapi impian ini, seperti Ubiquity6 Teknologi AR ada dimana-manaharus dilakukan Bersama. Bukannya, hanya mengandalkan satu anak Genius seperti dalam Film “Ready Player One”.

Advertisements

1 thought on “Ubiquity6 Teknologi AR ada dimana-mana

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: