Upaya penanggulangan Covid-19 Donald Trump

Upaya penanggulangan Covid-19 Donald Trump berkaitan dengan Pilpres AS tahun 2020. Dalam dua minggu terakhir, epidemi virus Corona di Amerika Serikat telah berkembang sangat cepat. Batas sampai hari ini 5 April, jumlah diagnosis melebihi 310.000 kasus, menempati urutan pertama di dunia, dengan lebih dari 8.400 kematian.

Dalam situasi suram ini, strategi pencegahan epidemi sebelumnya dari Presiden AS Trump saling bertentangan. Beberapa hari yang lalu, ia menegaskan semua perusahaan-perusahaan Amerika dapat kembali bekerja ketika Paskah pada tanggal 12 April nanti. Menurut imajinasinya, ketika Paskah tiba, gereja boleh dibuka kembali, semua orang boleh kembali bekerja, dan bisnis kembali berjalan normal.

Upaya penanggulangan Covid-19 Donald Trump

Begitu pernyataannya keluar, Trump langsung dikritik pedas oleh Joe Biden, kandidat presiden Partai Demokrat AS. Biden memperingatkan dimulainya kembali pekerjaan yang terburu-buru dapat menyebabkan bencana besar. Kamar Dagang Amerika juga mendesak untuk mengikuti saran dari para profesional medis dan tidak melanjutkan pekerjaan dengan gegabah.

Dari angka kasus diatas, Cukup beralasan bahwa epidemi di Amerika Serikat sangatlah parah, sehingga mengendalikan penyebaran epidemi adalah prioritas nomor satu Paman Sam.  “Tetapi, mengapa Trump sangat ingin memulai kembali ekonomi AS tanpa peduli Bahaya virus Corona?”  

Menurut Bloomberg Business Week, bagi Donald Trump, epidemi ini datang terlalu mendadak. Karena tahun ini adalah tahun pemilu AS. Voters atau Pemilih akan menilai kinerja presiden saat ini berdasarkan situasi ekonomi pada tahun pemilihan umum. Yang penting warga punya pekerjaan dan ada masukan. Jadi, Periode paling kritis bagi Trump adalah beberapa bulan ke depan. Namun, Jika Anda pernah memperhatikan Pilpres AS, Anda akan menemukan Trump masih memiliki peluang besar memenangkan Pilpres akhir tahun nanti.

Lagi pula, bila dibandingkan dengan pesaingnya, Trump saat ini memiliki prestasi politik di atas meja. Asalkan tidak ada resesi ekonomi besar dan kesalahan kebijakan selama masa jabatannya, tingkat keberhasilan pemilihan kembali sebagai Presiden pada umumnya sangat tinggi. Dari awal abad ke-20 hingga sebelum Trump, ada total 19 presiden Amerika, dimana diantara 14 presiden lainnya berhasil terpilih kembali. Hanya 5 presiden yang gagal terpilih kembali.

Namun, ada juga kemungkinan perubahan bagi presiden Trump saat ini. Yaitu situasi ekonomi di tahun Pilpres. Studi menunjukkan ketika pemilih memberikan suara, mereka tidak melihat kinerja ekonomi presiden selama seluruh masa jabatan mereka, tetapi hanya kinerja ekonomi tahun pemilihan.

Alan Abramowitz, seorang profesor ilmu politik di Universitas Emory, adalah seorang ahli yang diakui Publik dalam memprediksi hasil pemilu di Amerika Serikat. Dia mengungkapkan dalam model prediksinya, indikator ekonomi tahun pemilihan adalah data referensi paling penting.

Di antara sekian banyak indikator ekonomi, pendapatan sekali pakai per kapita sangat penting. Statistik penelitian dari para profesor di Universitas Vanderbilt dan Universitas Princeton menunjukkan, kuartal kedua dan ketiga tahun pemilihan, ada korelasi yang sangat kuat antara perubahan pendapatan sekali pakai per kapita dan hasil pemilihan partai yang berkuasa. Artinya, data kuartal kedua secara langsung menentukan kesan keseluruhan pemilih tentang situasi ekonomi.

“Bagaimana jika data ekonomi pada tahap ini tidak bagus?”

Contoh Kasus yang paling baik adalah Jimmy Carter, presiden Amerika Serikat ke-39. Dia menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat dari tahun 1977 hingga 1981, hanya satu periode masa jabatan.

Sebenarnya, selama masa pemerintahan Jimmy Carter, perkembangan ekonomi Amerika Serikat secara keseluruhan tidak buruk. Pendapatan per kapita penduduk naik 6,9%. Tiga tahun pertama sangat baik. Namun sayangnya, Situasi ekonomi pada tahun terakhir kurang mendukung Jimmy Carter. Akibatnya, Carter gagal mencalonkan diri untuk terpilih kembali.

Mantan Presiden AS lainnya, Bill Clinton dan Carter membentuk situasi yang sangat kontras. Dalam tiga tahun pertama masa jabatan pertama Clinton, pertumbuhan pendapatan per kapita sangat biasa-biasa saja. Tetapi pada tahun keempat yang kritis, Bill Clinton mendatangkan gelombang pertumbuhan yang kuat. Akibatnya, Clinton memenangkan pemilu dengan mudah.

Jika Anda melihat gambaran keseluruhan, pertumbuhan pendapatan per kapita masa Clinton pada periode pertama hanya 6,2%, tidak sebagus Carter. Akan tetapi, para pemilih hanya “berpandangan pendek”. Mereka tidak peduli ekonomi secara total, mereka hanya melihat kepentingan di depan mata.

Dari perspektif ini, Anda dapat memahami mengapa wabah pneumonia Covid-19 adalah nasib sial buat Trump. Dalam tiga tahun pertama pemerintahan Trump, ekonomi AS masih berkinerja baik. Bahkan sebelum epidemi, tingkat pengangguran berada pada level terendah dalam historis AS, dan saham AS telah mencapai rekor tertinggi. Di sisi lain, Trump sendiri berhasil menghindari pemakzulan. Saat-saat yang patut dibanggakan Trump.

Tetapi tidak ada yang menduga bahwa Virus Corona benar-benar membalikkan “hoki baik” Trump hanya dalam beberapa minggu. Saham AS berjatuhan, dan bahkan  terus-menerus melebur. Tetapi cara respons Trump tampak ceroboh dan amatir. Dia pertama-tama berusaha mengabaikan dan menyepelekan ancaman epidemi, mengklaim bahwa “situasi Epidemi Covid-19 berada dalam kendalinya.”

Kemudian, dia mulai memfitnah China dan menyebut virus korona sebagai “virus China” dengan tujuan mengalihkan kemarahan warga Amerika atas ketidakbecusannya dalam menanggulangi wabah. Satu cara yang sering digunakan para politikus Paman Sam ketika mereka tidak kompeten dalam mengatasi pemerintahan sendiri. Harus ada kambing hitam yang bisa disalahkan.

Alhasilnya, Pernyataan segala sesuatu dalam kendalinya secara langsung menyesatkan persepsi publik tentang tingkat keparahan epidemi dan memperlambat kecepatan reaksi semua lapisan masyarakat yang memakan banyak korban seperti yang kita lihat hari ini.

Di sisi lain, pemerintah AS lamban dalam memproduksi alat pendeteksi virus yang dapat diandalkan. Trump belum mengambil tindakan untuk membatasi meluasnya virus skala besar. Semua ini memperburuk ruang lingkup dan kecepatan penularan virus. Sehingga,  menyebabkan kerugian yang lebih besar pada ekonomi AS.

Evaluasi Bloomberg Business Week terhadap Upaya penanggulangan Covid-19 Donald Trump sangatlah menarik. Kesalahan fatal Trump adalah,” Trump memperlakukan kesehatan masyarakat sebagai kasus hubungan masyarakat atau Public Relationship.” Sama seperti kepercayaannya, asalkan hal ini tidak menurunkan keyakinan masyarakat terhadapnya itu sudah cukup. Namun, ini justru kelalaian paling fatal kata Bloomberg.

Setelah melihat situasi kurang menguntungkan, Trump membuat penyesuaian darurat dan menyatakan keadaan darurat di Amerika Serikat. Tetapi nasi sudah menjadi bubur. Segalanya sudah terlambat. Resesi ekonomi AS sudah di ambang pintu dan tidak terhindarkan.  

Prediksi Goldman Sachs baru-baru ini mengatakan bahwa PDB AS akan turun 5% di kuartal kedua. JPMorgan Chase lebih pesimistis, prediksi mereka adalah penurunan 14%.

Selanjutnya, setiap warga negara Amerika akan merasakan kepedihan yang disebabkan oleh resesi ekonomi. Membatasi penyebaran virus memerlukan tindakan isolasi yang lebih tegas.  Semua sekolah, pusat perbelanjaan, restoran, dan bar terpaksa ditutup atau dikurangi jam kerja mereka.  

Pada saat yang sama, Liga Baseball Amerika, NBA, dan Liga Sepakbola Profesional terpaksa menghentikan semua acara pertandingan. Broadway dan Disneyland juga ditutup. Maskapai penerbangan harus menghentikan penerbangan. Semua pemesanan bisnis hotel Trump telah dibatalkan secara substansial. Kerugian besar bagi Donald Trump dan bisnisnya. Bagi orang awam, perubahan-perubahan ini akan membawa ketidaknyamanan yang besar dalam kehidupan.

Masalah yang lebih serius adalah penurunan pendapatan dan pengangguran dimana-mana. Menteri Keuangan AS, Steven Terner Mnuchin mengatakan,” jika pemerintah tidak  menemukan jalan keluar, tingkat pengangguran AS dapat melonjak hingga 20%.  

“Jadi Anda bisa membayangkan, bagaimana Trump bisa menerima keadaan seperti ini?” Trump yang dikenal pantang menyerah dengan karakter tidak bisa menerima kegagalan bakalan berbuat apa saja untuk memutarbalikkan situasi.

Dari perspektif ini, tujuan inti dari upaya penanggulangan Covid-19 Donald Trump adalah “menyelamatkan ekonomi.” Dengan segala macam cara.

Federal Reserve AS menurunkan suku bunga dua kali pada bulan Maret. Suku bunga hampir Nol. Mereka juga meluncurkan program pelonggaran kuantitatif $700 miliar. Pada tanggal 27 Maret, Dewan Perwakilan Rakyat AS mengeluarkan UU stimulus ekonomi sebesar $2 triliun yang cukup mengejutkan.

Upaya penanggulangan Covid-19 Donald Trump
Upaya penanggulangan Covid-19 Donald Trump (Image: CNN)

UU Stimulus Ekonomi beberapa di antaranya secara langsung terkait dengan pendapatan penduduk. Setidaknya $250 miliar akan digunakan untuk memperluas asuransi pengangguran dimana golongan orang yang biasanya tidak memenuhi persyaratan, seperti pekerja sementara ataupun freelancer juga dapat menerima bantuan.  

Pada saat yang sama, $350 miliar digunakan untuk memberikan pinjaman kepada UMKM sehingga mereka dapat membayar gaji karyawan mereka.

Tetapi langkah yang paling menarik adalah mengasih uang langsung kepada rakyatnya. Uang stimulus $250 miliar berupa cek langsung kepada publik. Individu dengan penghasilan tahunan dibawah 75.000 dolar AS akan menerima cek sebesar $ 1.200. Keluarga dengan penghasilan maksimum kurang dari 150.000 dolar AS akan menerima cek sebesar $ 2.400. bila ada Anak, akan di tambah $ 500.

Pemerintah AS akan melakukan yang terbaik untuk melindungi pendapatan penduduknya. Namun, apakah langkah-langkah ini dapat meningkatkan kesan warga Amerika secara keseluruhan tentang ekonomi dan memengaruhi evaluasi mereka terhadap partai yang berkuasa, masih sulit untuk dipastikan.

Mempertimbangkan parahnya epidemi Covid-19 di Amerika saat ini, Trump mengumumkan bahwa kebijakan isolasi sosial AS akan berlanjut hingga 30 April.

Just like grandma says, mengapa Donald Trump tiba-tiba ada perubahan seperti itu, satu alasan yang pasti epidemi virus Corona telah menembus dan mempengaruhi kehidupan Trump dan keluarganya. Virus tidak mengenal batas. Tidak peduli siapa identitasmu. Salah satu Teman baiknya telah jatuh koma karena Covid-19. Didepan Rumah Sakit Queens, New York tempat dimana Trump dibesarkan, dipenuhi dengan puluhan truk berpendingin khusus mengangkut orang mati.

Pada konferensi pers baru-baru ini, Trump berkata dengan sejujurnya, “Saya belum pernah melihat kondisi dengan mayat dimana-mana seperti ini di negara saya.”

Pidato Trump mengingatkan saya pada kalimat yang sering kita dengar dari orang-orang bijak: “Setiap orang mempunyai derajat yang sama di depan virus.” Mungkin sudah saatnya Amerika sadar dan berhenti memfitnah, menyalahkan orang lain. Mungkin sudah saatnya kita saling bahu membahu, kerjasama, gotong royong saling membantu, kita baru bisa memenangkan pertempuran tanpa asap ini.”

Apa Pendapat Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.