Virus Corona ibarat Ujian masuk Harvard

Virus Corona ibarat Ujian masuk Harvard yang datang sangat mendadak. Murid pertama yang terpilih untuk menghadapi Ujian internasional ini adalah Negeri Tirai Bambu Tiongkok.  Tentu saja, ini adalah suatu Ujian terberat. Suatu Darurat kesehatan publik terbesar sejak berdirinya China Baru di tahun 1949. Wabah ini sangat rumit dan mematikan. China perlu melakukan berbagai upaya untuk mengendalikannya.

Hingga akhir Februari 2020, tercatat Jumlah negara yang mengkonfirmasi adanya kasus virus corona melebihi 44 negara di dunia. Secara global, jumlah kasus virus corona telah mencapai sebanyak 82.455 kasus dengan jumlah 2.811 kematian.

Wabah Pandemi pneumonia yang disebabkan oleh virus corona menyebar terutama dari orang ke orang. Proses penyebaran antara orang-orang yang berhubungan dekat satu sama lain, yakni dalam jarak sekitar 2 meter. Penyebaran Utama melalui “tetesan cairan pernapasan” yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk maupun bersin maupun berbicara. Tetesan tersebut bisa terbang sejauh 8m-10m, dan mendarat di mulut maupun hidung orang yang berada di dekatnya.

Sehingga, pada akhirnya terhirup ke dalam paru-paru. Atau pada Saat seseorang menyentuh permukaan suatu benda yang terpapar dan mengandung virus Corona, terjadilah penularan virus corona Covid-19 ini.

Virus Corona ibarat Ujian masuk Harvard

Beijing mendapatkan berbagai tekanan berat, penghinaan, kritik, kemarahan, maupun diskriminasi dimana-mana. Karena mereka menuduh China sebagai penyebabnya, terutama Dunia Barat yang tidak bersedia melihat pertumbuhan China yang begitu cepat dalam Ekonomi dan Teknologi. Dibalik semua ini selalu dikaitkan dengan Politik dan kecemburuan sosial Dunia Barat yang telah terbiasa dengan Hegemoninya.

Setelah penelitian beberapa bulan, pemerintah China menemukan beberapa faktor mencurigakan di balik virus Corona yang semula terjadi di Wuhan. Pasien nomor satu yang tertular virus ini tidak pernah ke Wuhan Hua Nan Wholesale Sea Food yang semula dicurigai sebagai tempat asal meluasnya virus Corona. Sebaliknya, setelah Latihan Militer internasional yang diselenggarakan di Wuhan di bulan Oktober 2019, Amerika menarik semua pekerja konsulat Amerika di Wuhan kembali ke negaranya. Sebulan kemudian tepatnya awal Desember terjadilah Outbreak virus Corona di Wuhan.

Kutipan berita dua hari yang lalu, Juru Bicara Tiongkok Lijian Zhao mengatakan dalam Twitternya meminta penjelasan Direktur Robert Redfield dari Pusat Pengendalian dan pencegahan Penyakit (CDC) Amerika. Karena salah satu karyawan CDC yang semula meninggal diberitakan terserang Flu Amerika, namun setelah penelitian dikonfirmasi adalah positif virus Corona. Itulah sebabnya, Jubir Tiongkok meminta Amerika untuk transparan dan memberi jawaban kepada Dunia.

Pada tanggal 10 maret 2020, sebuah petisi yang di posting di situs web petisi Gedung Putih AS “We the People” mencantumkan serangkaian peristiwa besar baru-baru ini. Termasuk, wabah global epidemi pneumonia, dan yang terpenting adalah laporan tentang penutupan

Fort Detrick sebuah Pusat Penelitian Senjata Biologis Amerika di Maryland.

Adapun isi Petisi rakyat Amerika yang menuntut pemerintah Amerika untuk menjelaskan serangkaian masalah seperti Alasan ditutupnya Fort Detrick pada bulan Juli 2019, Flu di Amerika yang menyebabkan kematian lebih dari 10.000 orang pada bulan Agustus 2019, Latihan Epidemi Global yang digerakkan CIA di bulan Oktober 2019, ditemukannya penyakit pneumonia pada bulan desember 2019 di Wuhan yang tidak jelas asal-usulnya, dan meletusnya wabah virus corona secara global sejak bulan Februari 2020.

Ditutupnya pusat penelitian senjata biologis Fort Detrick dan dihapusnya semua laporan berkaitan pusat penelitian senjata biologis ini menyebabkan kecurigaan terbesar Dunia. Amerika berhutang penjelasan kepada Dunia, kata Lijian Zhao.

Alhamdulilah, setelah beberapa saat kemudian, China mulai berhasil mengendalikan virus corona ibarat ujian internasional ini. Orang yang terinfeksi di China menurun drastis setiap hari (Dibawah 100 kasus perhari). Sampai ditutupnya dua Rumah Sakit Darurat di Wuhan pada tanggal 10 Maret.

Namun sebaliknya, virus corona ini mulai merajalela ke segala penjuru Dunia dan melanda negara seperti Korsel, Iran, Italia, Singapura, Eropa bahkan Amerika Serikat sendiri. Dampak positif virus corona kian hari semakin meningkat. Bagi mereka, ini juga suatu Ujian Internasional yg datang mendadak seperti China.

Mereka mulai “kelabakan” tanpa persiapan apapun. Mereka menganggap remeh dan cuek sebelumnya dengan berbagai alasan seperti HAM yang telah lama basi. Sebaliknya, mereka mulai menyadari cara-cara yang dilakukan China dan pernah mereka tertawakan, hina, blackmail, sindir ternyata sangat berkhasiat.

Virus Corona ibarat Ujian Internasional
Virus Corona ibarat Ujian Internasional (Image:The Ticker)

Boleh dikatakan, saat ini China tampil sebagai murid dengan “prestasi Terbaik ” kata Direktur Jendral WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Sekarang Pertanyaannya,”Bagaimana prestasi murid-murid yang lain seperti Paman Sam atau adik-adiknya?”

Presiden China Xi Jin Ping sering menekankan, kita semua hidup di Desa Global (Global Village) dengan Nasib yang saling bergantungan. Bencana Apa yang menimpa China, pasti akan melanda dan mempengaruhi dunia. Demikian pula, sebaliknya.

Menurut statistik, China menguasai 40% perdagangan Global, sedangkan AS 29%. Artinya, 40% negara didunia harus mengandalkan manufaktur China untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka setiap hari. Bagi Negeri paman Sam sendiri, mereka mempunyai 40 juta penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan. Artinya, mereka harus menggantungkan bantuan sosial dana pemerintah setiap bulan. Terutama Menggantungkan produk murah dari China untuk keberlangsungan hidup mereka.

Seandainya, China juga Ego dan berpikiran zero sum game kayak mereka “memotong garis kehidupan penduduk di bawah garis kemiskinan ini. Bisa diBayangkan, betapa 40 juta orang ini akan membuat “Pemandangan indah” dalam Amerika. Tetapi China tidak melakukannya.

Sebagai negara Besar yang bertanggungjawab, China selalu berpegang pada kemakmuran bersama. Manusia memang diciptakan berbeda-beda. Tidak semua manusia mempunyai sifat dan sikap yang baik. Karena jika kamu membalas lawanmu dengan balas dendam juga, berarti kamu justru lebih jelek dari mereka.

Just like grandma says, Balas dendam terbaik adalah menjadikan dirimu jauh lebih baik dari musuhmu. Kita harus saling membantu. Bukannya, saling menjatuhkan. Hanya dengan “Bekerjasama” kita baru bisa merealisasikan Dunia yg lebih Harmoni dan nyaman ditempati. Seperti kata pepatah nenek moyang kita, “jika mencabut rumput jangan sampai ikut tercabut tanamannya.”

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.