Virus Corona Medan perang tanpa asap

Virus Corona Medan perang tanpa Asap telah menyebar ke Dunia. Momen yang tidak diharapkan akhirnya datang juga. Pada tanggal 23 Januari, kota Wuhan resmi ditutup atau Lockdown. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah manusia, tentang penutupan suatu kota Metropolis dengan jumlah puluhan juta jiwa penduduk dalam rangka pencegahan terhadap epidemi menular.

Pemerintah Beijing dengan tegas mengeluarkan komando, mulai tanggal 23 januari dan seterusnya semua Bus kota Wuhan, termasuk kereta cepat bawah tanah, feri, dan pesawat terbang harus menghentikan operasinya. Tanpa alasan khusus, semua orang Wuhan tidak boleh meninggalkan kota Wuhan.

Kota Wuhan dengan total penduduk 11 juta orang memilih untuk mematuhi perintah dan tetap berdiam di Wuhan setelah Lockdown diumumkan. Walaupun, Mereka tahu ada kekurangan sumber daya medis yang serius di kota pada saat itu. Mereka tahu, mereka akan menghadapi tingkat infeksi dan kematian yang lebih besar dibanding kota lain.

Virus Corona Medan perang tanpa asap

Bila seseorang berniat Melarikan diri memang wajar, karena melarikan diri berarti perawatan yang lebih baik di luar dan kemungkinan tertular lebih rendah. Kelangsungan hidup adalah naluri setiap manusia. Penduduk Wuhan terpaksa diisolasikan dari dunia luar.

Dengan Pengorbanan Lockdown satu kota Wuhan, bisa menyelamatkan seluruh penduduk China maupun Dunia.

Dua bulan kemudian, China mulai membaik walaupun belum sembuh total. Semua warga China justru diwajibkan untuk lebih waspada.  

Saat ini, dunia mulai terlanda wabah epidemi termasuk Indonesia. Karena keterbatasan pengetahuan dan wawasan tentang virus corona ini, tentu saja menimbulkan kepanikan masyarakat Indonesia seperti China pada awal mulanya. Sampai ada suara yang menyalakan Bapak Presiden Jokowi atas keterlambatan tanggapan masalah ini. Mengapa Bapak Presiden tidak me-lockdown kota-kota di Indonesia dan sebagainya.

Just fyi, Lockdown ataupun tidak lockdown akan membawa dampak yang sama beratnya. Jika Jakarta di Lockdown, dampak langsung adalah Anjloknya ekonomi seluruh Jakarta sebagai pusat perekonomian Indonesia. Sebaliknya, bila tidak lockdown, virus Corona akan menular lebih cepat ke seluruh Indonesia.

Lockdown adalah suatu masalah yang sangat serius. Terus terang, tahukah Anda apa prasyarat untuk bisa “Lockdown?” Lockdown bukan sekedar slogan atau mengisolasikan diri.

Lain halnya dengan China yang bisa Me-lockdown kota Wuhan dan beberapa kota besar lainnya. Setelah mengalami epidemi SARS 17 tahun yang lalu, China telah memperoleh banyak pengalaman berharga, dan sudah memiliki rencana dan kemampuan yang kuat untuk menanggapi epidemi yang relevan.

Selain itu, baik kekuatan nasional, kekuatan Ekonomi, kualitas masyarakat dan kemajuan teknologinya memungkinkan China mengambil tindakan “menutup kota”. Misalnya, untuk mengatasi masalah yang sangat sederhana. Semua biaya pengecekan maupun biaya perawatan pasien di tanggungi oleh pemerintah Tiongkok. Misalnya lagi, Beijing menggunakan drone atau robot untuk mengantar makanan ketempat khusus infeksi berat. Ini adalah hal-hal yang harus dipertimbangkan Indonesia.

Tidak peduli apakah tuduhan dan pencelaan ini datang dari masyarakat yang panik atau kepentingan partai tertentu, sangat diharapkan semoga kita bisa mengesampingkan semua kepentingan pribadi atau Emosi dulu. Hal Utama saat ini, Kita perlu berfokus kekuatan melawan virus corona. Usahakan hindari keramaian, pakailah masker, sering cuci tangan atau cara terbaik adalah mengisolasikan diri dalam rumah untuk sementara waktu.

Jangan membiarkan Presiden Jokowi berjalan sendirian melawan Virus Corona Medan perang tanpa asap ini. Saya yakin Beliau adalah Presiden yang penuh perhitungan. Beliau tahu persis apa yang harus dilakukan sebagai pemimpin di negara ini. Segala sesuatu perlu dilakukan pada momen yang tepat, bukannya ceroboh. Atau sekedar terdorong untuk meniru apa yang dilakukan negara tetangga. Beliau perlu memperhitungkan segala kemungkinan dan dampak yang mungkin terjadi.

Beliau perlu mempertimbangkan keberlangsungan hidup 250 juta jiwa orang Indonesia. Sebaliknya, beban kita sebagai rakyat biasa hanya peduli keamanan 2-5 orang anggota keluarga kita. Atau lebih, terutama bagi mereka yang mempunyai “beberapa keluarga.”

Jadi bisa dibayangkan betapa berat beban dan tantangan Bapak Jokowi saat ini. Jangan biarkan presiden kita berjalan sendirian. Karena memang tidak ada orang yang sempurna. Demikian pula halnya dengan China atau pemimpin negara lainnya termasuk Amerika. Mereka semua tidak langsung merespons saat wabah terjadi pertama kalinya.

Indonesia adalah rumah bagi orang-orang Indonesia. Selama masih ada secercah harapan, kita akan tetap tinggal di rumah sendiri apapun resikonya.

Indonesia adalah negara perjuangan penuh dengan kepahlawanan. Setiap kebaikan, keberanian dan kehangatan di negara ini, maupun setiap pahlawan kecil seperti sedikit cahaya bintang dilangit yang menerangi gelap malam, Mereka semua memberikan kita keyakinan tak terbatas. Keyakinan melihat matahari terbit lagi.

Ketika epidemi virus corona ini melanda Indonesia, Semua orang terpaksa untuk terlibat. Wabah ini mungkin akan menyiksa tubuh pasien, tetapi bagi orang-orang yang tidak terinfeksi, epidemi ini akan langsung menginterupsi kehidupan sehari-hari mereka. Memaksa seluruh masyarakat untuk memasuki situasi darurat.

Mungkin Ada yang gugup, ada yang cemas. Tetapi sebaliknya, Anda juga dapat menemukan berbagai alasan dengan hati yang damai. Nasib kita sebenarnya banyak bergantungan dengan wawasan kita sendiri. Wawasan adalah kualitas Terpenting di zaman Now. Sejauh mana keberhasilan kita, sangat Tergantung pada Wawasan Kita.

Just like grandma says, Suatu saat wabah ini akan berlalu. Dan pasti akan berlalu. Kita akan hidup dengan baik lagi, membuat catatan dan memberi tahu semua orang bagaimana kita Indonesia selamat dan mengalahkan bencana ini!

(Jangan Biarkan Bapak Jokowi berjalan sendirian)

1 thought on “Virus Corona Medan perang tanpa asap

Apa Pendapat Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.